Selasa, 25 Februari 2014

Sistem Pendukung Keputusan

Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan:
  • Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.
  • Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.
  • Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.
  • Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa.
Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna.
Persyaratan yang biasa dimiliki dalam penerapan Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Tinggi:
  • Pengumpulan data dari beragam sumber (data penjualan, data inventori, data supplier, data riset pasar, dsb).
  • Penformatan dan penggunaan data.
  • Lokasi database yang sesuai serta pembangunan format untuk pembuatan laporan dan analisa berbasis pengambilan keputusan.
  • Perangkat dan aplikasi yang serba bisa dan mampu memberikan pelaporan, monitoring dan analisa terhadap data.
DSS Design Approach (Structured)

Berbagai Tipe Sistem Pendukung Keputusan (DSS):

Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.
  1. DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut.
  2. DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
  3. Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
  4. Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
  5. Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
  6. Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  7. Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  8. Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.

Implementasi DSS di Dunia Kerja

Konsep implementasi DSS di dunia kerja yang kali ini diambil oleh penulis adalah penerapan Business Intelligence dalam pengumpulan data serta presentasi data dalam suatu bentuk Dashboard. Bidang industri perusahaan yang dijadikan contoh adalah maskapai penerbangan atau airline industry.
Teknologi aplikasi yang digunakan adalah system aplikasi berbasis web dan dapat diakses pada suatu URL tertentu dari PC/laptop/tablet milik pengguna dengan kapasitas minimum, kapan saja dan dimana saja pengguna berada.
Metodologi, proses serta perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI adalah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan dan monitoring yang kaya kepada pengguna sistem.
Secara garis besar, proses yang terjadi kurang lebih adalah seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini, dimana;
  • System akan mengumpulkan semua data baik data master dan juga data transaksi dari setiap aplikasi yang digunakan semua departemen dalam perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisis What-if tergantung dari laporan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.
  • Hasil analisis tersebut akan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen.
  • Terlihat dibawah, berbagai departemen yang mengaksesnya antara lain Personalia (Human Resource/HRD), Keuangan (Accounting), Produksi/Operasional, Pemasaran/Marketing, Distribusi/Pengiriman, serta divisi lain, yang semuanya berada dibawah manajemen perusahaan.
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Struktur Alur Data Dalam Aplikasi Business Intelligence
Pelaporan yang ingin dilihat oleh tingkat manager dalam manajemen perusahaan tersebut akan tampil dalam aplikasi Dashboard yang interaktif dan dapat dikustomisasi sesuai keinginan user/ pengguna aplikasi. Contoh dashboard tersebut adalah seperti dibawah ini.
Sebelumnya, perlu diingat bahwa aplikasi dashboard juga memiliki beragam kategori per divisi, dimana setiap divisi/departemen dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan jenis data yang berbeda, serta mengakses data dalam cara yang berbeda pula. Laporan dan hasil analisis yang diperlukan juga otomatis berbeda, begitu pula bentuk pelaporan yang diperlukan tiap-tiap divisi tersebut, sebagaimana digambarkan dalam diagram dibawah.
Pembagian Kategori Dashboard Berdasarkan Penitikberatan Pengambilan Informasi Perusahaan
Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard;
  1. Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
  2. Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
  3. Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan).
Contoh implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan:
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Elemen-elemen yang ditampilkan:
  1. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan tim Sales setiap harinya dimana manajemen dapat meilhat pergerakan terakhir yang terjadi satu jam sebelum pengaksesan dashboard.
  2. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan pada satu hari sebelum pengaksesan dashboard (H-1)
  3. Grafik keseluruhan angka penjualan secara mingguan (pergerakan mingguan).
  4. Grafik keseluruhan angka penjualan secara bulanan (pergerakan bulanan).
  5. Grafik keseluruhan angka penjualan secara tahunan (pergerakan tahunan).
  6. Grafik penjualan per staff sales untuk mengukur kinerja masing-masing personel
sumber:
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan:
  • Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.
  • Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.
  • Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.
  • Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa.
Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna.
Persyaratan yang biasa dimiliki dalam penerapan Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Tinggi:
  • Pengumpulan data dari beragam sumber (data penjualan, data inventori, data supplier, data riset pasar, dsb).
  • Penformatan dan penggunaan data.
  • Lokasi database yang sesuai serta pembangunan format untuk pembuatan laporan dan analisa berbasis pengambilan keputusan.
  • Perangkat dan aplikasi yang serba bisa dan mampu memberikan pelaporan, monitoring dan analisa terhadap data.
DSS Design Approach (Structured)

Berbagai Tipe Sistem Pendukung Keputusan (DSS):

Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.
  1. DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut.
  2. DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
  3. Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
  4. Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
  5. Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
  6. Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  7. Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  8. Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.

Implementasi DSS di Dunia Kerja

Konsep implementasi DSS di dunia kerja yang kali ini diambil oleh penulis adalah penerapan Business Intelligence dalam pengumpulan data serta presentasi data dalam suatu bentuk Dashboard. Bidang industri perusahaan yang dijadikan contoh adalah maskapai penerbangan atau airline industry.
Teknologi aplikasi yang digunakan adalah system aplikasi berbasis web dan dapat diakses pada suatu URL tertentu dari PC/laptop/tablet milik pengguna dengan kapasitas minimum, kapan saja dan dimana saja pengguna berada.
Metodologi, proses serta perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI adalah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan dan monitoring yang kaya kepada pengguna sistem.
Secara garis besar, proses yang terjadi kurang lebih adalah seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini, dimana;
  • System akan mengumpulkan semua data baik data master dan juga data transaksi dari setiap aplikasi yang digunakan semua departemen dalam perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisis What-if tergantung dari laporan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.
  • Hasil analisis tersebut akan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen.
  • Terlihat dibawah, berbagai departemen yang mengaksesnya antara lain Personalia (Human Resource/HRD), Keuangan (Accounting), Produksi/Operasional, Pemasaran/Marketing, Distribusi/Pengiriman, serta divisi lain, yang semuanya berada dibawah manajemen perusahaan.
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Struktur Alur Data Dalam Aplikasi Business Intelligence
Pelaporan yang ingin dilihat oleh tingkat manager dalam manajemen perusahaan tersebut akan tampil dalam aplikasi Dashboard yang interaktif dan dapat dikustomisasi sesuai keinginan user/ pengguna aplikasi. Contoh dashboard tersebut adalah seperti dibawah ini.
Sebelumnya, perlu diingat bahwa aplikasi dashboard juga memiliki beragam kategori per divisi, dimana setiap divisi/departemen dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan jenis data yang berbeda, serta mengakses data dalam cara yang berbeda pula. Laporan dan hasil analisis yang diperlukan juga otomatis berbeda, begitu pula bentuk pelaporan yang diperlukan tiap-tiap divisi tersebut, sebagaimana digambarkan dalam diagram dibawah.
Pembagian Kategori Dashboard Berdasarkan Penitikberatan Pengambilan Informasi Perusahaan
Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard;
  1. Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
  2. Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
  3. Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan).
Contoh implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan:
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Elemen-elemen yang ditampilkan:
  1. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan tim Sales setiap harinya dimana manajemen dapat meilhat pergerakan terakhir yang terjadi satu jam sebelum pengaksesan dashboard.
  2. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan pada satu hari sebelum pengaksesan dashboard (H-1)
  3. Grafik keseluruhan angka penjualan secara mingguan (pergerakan mingguan).
  4. Grafik keseluruhan angka penjualan secara bulanan (pergerakan bulanan).
  5. Grafik keseluruhan angka penjualan secara tahunan (pergerakan tahunan).
  6. Grafik penjualan per staff sales untuk mengukur kinerja masing-masing personel.

sumber:
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan:
  • Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.
  • Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.
  • Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.
  • Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa.
Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna.
Persyaratan yang biasa dimiliki dalam penerapan Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Tinggi:
  • Pengumpulan data dari beragam sumber (data penjualan, data inventori, data supplier, data riset pasar, dsb).
  • Penformatan dan penggunaan data.
  • Lokasi database yang sesuai serta pembangunan format untuk pembuatan laporan dan analisa berbasis pengambilan keputusan.
  • Perangkat dan aplikasi yang serba bisa dan mampu memberikan pelaporan, monitoring dan analisa terhadap data.
DSS Design Approach (Structured)

Berbagai Tipe Sistem Pendukung Keputusan (DSS):

Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.
  1. DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut.
  2. DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
  3. Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
  4. Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
  5. Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
  6. Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  7. Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  8. Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.

Implementasi DSS di Dunia Kerja

Konsep implementasi DSS di dunia kerja yang kali ini diambil oleh penulis adalah penerapan Business Intelligence dalam pengumpulan data serta presentasi data dalam suatu bentuk Dashboard. Bidang industri perusahaan yang dijadikan contoh adalah maskapai penerbangan atau airline industry.
Teknologi aplikasi yang digunakan adalah system aplikasi berbasis web dan dapat diakses pada suatu URL tertentu dari PC/laptop/tablet milik pengguna dengan kapasitas minimum, kapan saja dan dimana saja pengguna berada.
Metodologi, proses serta perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI adalah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan dan monitoring yang kaya kepada pengguna sistem.
Secara garis besar, proses yang terjadi kurang lebih adalah seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini, dimana;
  • System akan mengumpulkan semua data baik data master dan juga data transaksi dari setiap aplikasi yang digunakan semua departemen dalam perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisis What-if tergantung dari laporan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.
  • Hasil analisis tersebut akan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen.
  • Terlihat dibawah, berbagai departemen yang mengaksesnya antara lain Personalia (Human Resource/HRD), Keuangan (Accounting), Produksi/Operasional, Pemasaran/Marketing, Distribusi/Pengiriman, serta divisi lain, yang semuanya berada dibawah manajemen perusahaan.
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Struktur Alur Data Dalam Aplikasi Business Intelligence
Pelaporan yang ingin dilihat oleh tingkat manager dalam manajemen perusahaan tersebut akan tampil dalam aplikasi Dashboard yang interaktif dan dapat dikustomisasi sesuai keinginan user/ pengguna aplikasi. Contoh dashboard tersebut adalah seperti dibawah ini.
Sebelumnya, perlu diingat bahwa aplikasi dashboard juga memiliki beragam kategori per divisi, dimana setiap divisi/departemen dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan jenis data yang berbeda, serta mengakses data dalam cara yang berbeda pula. Laporan dan hasil analisis yang diperlukan juga otomatis berbeda, begitu pula bentuk pelaporan yang diperlukan tiap-tiap divisi tersebut, sebagaimana digambarkan dalam diagram dibawah.
Pembagian Kategori Dashboard Berdasarkan Penitikberatan Pengambilan Informasi Perusahaan
Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard;
  1. Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
  2. Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
  3. Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan).
Contoh implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan:
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Elemen-elemen yang ditampilkan:
  1. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan tim Sales setiap harinya dimana manajemen dapat meilhat pergerakan terakhir yang terjadi satu jam sebelum pengaksesan dashboard.
  2. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan pada satu hari sebelum pengaksesan dashboard (H-1)
  3. Grafik keseluruhan angka penjualan secara mingguan (pergerakan mingguan).
  4. Grafik keseluruhan angka penjualan secara bulanan (pergerakan bulanan).
  5. Grafik keseluruhan angka penjualan secara tahunan (pergerakan tahunan).
  6. Grafik penjualan per staff sales untuk mengukur kinerja masing-masing personel. Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan. System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya. Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan: Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data. Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya. Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru. Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang. Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa. Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna. Persyaratan yang biasa dimiliki dalam penerapan Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Tinggi: Pengumpulan data dari beragam sumber (data penjualan, data inventori, data supplier, data riset pasar, dsb). Penformatan dan penggunaan data. Lokasi database yang sesuai serta pembangunan format untuk pembuatan laporan dan analisa berbasis pengambilan keputusan. Perangkat dan aplikasi yang serba bisa dan mampu memberikan pelaporan, monitoring dan analisa terhadap data. DSS Design Approach (Structured) Berbagai Tipe Sistem Pendukung Keputusan (DSS): Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS. DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut. DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out). Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya. Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data. Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi. Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb. Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data. Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS. Implementasi DSS di Dunia Kerja Konsep implementasi DSS di dunia kerja yang kali ini diambil oleh penulis adalah penerapan Business Intelligence dalam pengumpulan data serta presentasi data dalam suatu bentuk Dashboard. Bidang industri perusahaan yang dijadikan contoh adalah maskapai penerbangan atau airline industry. Teknologi aplikasi yang digunakan adalah system aplikasi berbasis web dan dapat diakses pada suatu URL tertentu dari PC/laptop/tablet milik pengguna dengan kapasitas minimum, kapan saja dan dimana saja pengguna berada. Metodologi, proses serta perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI adalah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan dan monitoring yang kaya kepada pengguna sistem. Secara garis besar, proses yang terjadi kurang lebih adalah seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini, dimana; System akan mengumpulkan semua data baik data master dan juga data transaksi dari setiap aplikasi yang digunakan semua departemen dalam perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisis What-if tergantung dari laporan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen. Hasil analisis tersebut akan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen. Terlihat dibawah, berbagai departemen yang mengaksesnya antara lain Personalia (Human Resource/HRD), Keuangan (Accounting), Produksi/Operasional, Pemasaran/Marketing, Distribusi/Pengiriman, serta divisi lain, yang semuanya berada dibawah manajemen perusahaan. Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi Struktur Alur Data Dalam Aplikasi Business Intelligence Pelaporan yang ingin dilihat oleh tingkat manager dalam manajemen perusahaan tersebut akan tampil dalam aplikasi Dashboard yang interaktif dan dapat dikustomisasi sesuai keinginan user/ pengguna aplikasi. Contoh dashboard tersebut adalah seperti dibawah ini. Sebelumnya, perlu diingat bahwa aplikasi dashboard juga memiliki beragam kategori per divisi, dimana setiap divisi/departemen dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan jenis data yang berbeda, serta mengakses data dalam cara yang berbeda pula. Laporan dan hasil analisis yang diperlukan juga otomatis berbeda, begitu pula bentuk pelaporan yang diperlukan tiap-tiap divisi tersebut, sebagaimana digambarkan dalam diagram dibawah. Pembagian Kategori Dashboard Berdasarkan Penitikberatan Pengambilan Informasi Perusahaan Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard; Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan. Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini. Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan). Contoh implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan: Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence Elemen-elemen yang ditampilkan: Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan tim Sales setiap harinya dimana manajemen dapat meilhat pergerakan terakhir yang terjadi satu jam sebelum pengaksesan dashboard. Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan pada satu hari sebelum pengaksesan dashboard (H-1) Grafik keseluruhan angka penjualan secara mingguan (pergerakan mingguan). Grafik keseluruhan angka penjualan secara bulanan (pergerakan bulanan). Grafik keseluruhan angka penjualan secara tahunan (pergerakan tahunan). Grafik penjualan per staff sales untuk mengukur kinerja masing-masing personel.

Minggu, 30 Juni 2013

11 Aplikasi Karya Anak Bangsa Siap Mendunia




Karya-karya anak bangsa tidak kalah dengan karya-karya dari luar negeri, terbukti beberapa pembuat game dunia seperti Square Enix dari Jepang rela mendirikan kantornya di Indonesia untuk menjaring karya-karya anak Indonesia. Alasan mereka simpel, karya-karya anak Indonesia unik, kreatif, inovatif, dan bisa diterima oleh masyarakat dunia. 
Begitu juga dengan vendor-vendor dunia, sering mengadakan acara pencarian dan lomba pembuatan aplikasi tingkat nasional dan dunia di Indonesia. Tentu acara ini sangat dinantikan oleh anak-anak muda yang suka mengotak-atik aplikasi dalam berbagai kategori yang sudah ditentukan oleh panitia yang nantinya akan diaplikasikan ke dalam berbagai sistem operasi yang sudah ada saat ini. 

Berikut ini 11 aplikasi karya anak bangsa yang siap mendunia melalui ajang Djarum Black Apps Competition
  1. Tutwuri Aplikasi karya dari Maximillian Audrey ini digunakan untuk mencari informasi seputar beasiswa bukanlah pekerjaan mudah, ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Berangkat dari pengalaman susahnya mencari informasi tentang beasiswa, Maximilian mencoba memberikan ide terbaiknya dalam rangka ingin membantu teman-teman lainnya melalui aplikasi Tutwuri yang dicetuskannya. Tutwuri adalah aplikasi mobile yang berfungsi untuk membantu teman-teman yang sedang mencari beasiswa. Dengan berbekal database tentang beasiswa, profil pengguna, fitur sosial, dan logika untuk menyamakan profil dengan info beasiswa yang tersedia, Tutwuri diharapkan akan menjadi media pembantu bagi teman-teman pencari beasiswa. 


  2. Silat Academy aplikasi game karya Ias Ari Mahaputra Naibaho, Silat Academy adalah game cerdas dimana pemain bermain sambil mengasah otak. Berbekal gameplay yang sederhana dan menarik, permainan Silat Academy mengharuskan pemain untuk berhitung (dengan cara mengumpulkan angka-angka yang jatuh dari langit) guna mencapai angka yang diminta oleh sang guru dan mengumpulkan skor sebanyak-banyaknya sebelum waktu permainan habis. 



  3. Celia aplikasi karya Fahri Ali Imran. Celia adalah aplikasi wajib bagi para pengguna kendaraan bermotor. Dilengkapi dengan fitur traffic management center yang terpadu, pengguna dapat melihat kondisi jalanan secara realtime. Celia juga dilengkapi dengan fitur penghitung pengunaan bensin dan jarak yang ditempuh. Kelebihan Celia juga ditambah dengan adanya fitur informasi seputar data-data kendaraan, sehingga pengguna pun dapat lebih mengenal profil kendaraannya. Tidak cukup itu saja, Celia juga menerapkan teknologi untuk pengguna yang sering melakukan iring-iringan, sehingga tidak ada lagi yang namanya kehilangan saat melakukan iring-iringan. 



  4. Dokutown aplikasi karya Fikri Firdiansyah. Jual beli barang online akan menjadi lebih seru dan menarik dengan Dokutown. Dokutown adalah aplikasi yang diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin melakukan transaksi jual dan beli. Dikemas dalam sebuah kota, pengguna aplikasi dapat menyewa tempat / lahan untuk berjualan secara online, disisi lain pengguna juga bisa berbelanja online dengan cara menelusuri toko-toko yang ada dalam kota tersebut. Dokutown, dilengkapi dengan banyak fitur, mulai dari fitur-fitur yang khusus diperuntukkan bagi pengguna yang ingin menjual barang dagangannya, statistik pengunjung dan aktifitas transaksi jual beli hingga fitur-fitur yang diperuntukkan bagi pengguna yang hanya ingin berbelanja. Dokutown diharapkan membawa nafas baru bagi para penggemar online shopping dan bagi para pedagang online. 



  5. Smurt aplikasi karya Padhu Waskitha Adiraharja. Smurt adalah aplikasi yang diperuntukan bagi setiap orang yang membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada. Berbasis komunitas, aplikasi Smurt mengandalkan jawaban dari pengguna Smurt lainnya. Smurt sendiri dilengkapi dengan fitur tanya jawab, kategori pertanyaan, mesin pencari berdasarkan kata kunci, penilaian terhadap pengguna yang memberikan jawaban, dan status pertanyaan terkini yang paling banyak dibicarakan. Dengan demikian, Smurt diharapkan dapat menjadi solusi bagi setiap orang dalam mencari jawaban dari setiap pertanyaan. 



  6. Wisdomp aplikasi karya Danu K Wardhana. Wisdomp adalah aplikasi yang diperuntukkan bagi setiap orang yang ingin aktifitas keuangan sehari-hari nya termonitor dengan baik. Tidak lain tujuan dari aplikasi Wisdomp adalah untuk menghindari besar pasak daripada tiang. Dilengkapi dengan fitur pencatatan keuangan (pemasukan & pengeluaran), kategori, statistik, histori, dan juga status terakhir keuangan, diharapkan Wisdomp bisa menjadi aplikasi keuangan yang praktis dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. 



  7. Kuda Lumping aplikasi game karya dari Apris Sugianto Sudrajat. Berbekal cinta akan budaya nasional, Apris Sugianto Sudrajat memiliki keinginan untuk mensosialisasikan kuda lumping sebagai salah satu budaya nasional melalui permainan yang lucu dan menarik. Sesuai dengan judulnya Kuda Lumping (The Mystic Dance), Kuda Lumping akan beraksi saat disusupi oleh mahluk halus, demikian pula dengan gameplay Kuda Lumping ini. Pemain harus menangkap hantu-hantu yang berkeliaran dan menariknya masuk kedalam Kuda Lumping (drag & drop). Selain hantu-hantu, game juga menyediakan sesajen sebagai tambahan point atau waktu permainan. Game Kuda Lumping (The Mystic Dance) diharapkan akan menjadi sosialisasi budaya indonesia di dunia internasional. 



  8. Health Supporter karya dari Tirta Adi Gunawan. Health Supporter adalah aplikasi yang diperuntukkan bagi para penderita kanker. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah membangun semangat hidup para penderita kanker. Quotes (kutipan-kutipan), Tips, dan Group yang bertemakan tentang mengatasi kanker diharapkan bisa memotivasi penderita kanker dalam menghadapi penyakitnya. Selain itu, Health Supporter juga dilengkapi dengan fitur sosial dengan tujuan agar bisa berkomunikasi melalui fitur comment dan bisa saling berbagi kutipan dan tips melalui Facebook dan Twitter.  



  9. BloodMob aplikasi karya dari Sandy Colondam. BloodMob adalah aplikasi mobile yang berfungsi untuk membantu dan mempermudah teman-teman mencari pendonor darah dan orang-orang yang membutuhkan darah. Dengan bantuan Location Based Service (LBS) pada aplikasi, pengguna aplikasi akan lebih mudah dalam pencarian sesuai dengan lokasi pengguna saat ini. BloodMob dilengkapi juga dengan fitur sosial agar pengguna dapat lebih mudah berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Selain itu BloodMob juga terhubung dengan Facebook & Twitter. BloodMob juga memberikan informasi-informasi yang menarik seputar golongan darah kepada pengguna. 



  10. Zigna aplikasi karya Cepi Burhan. Zigna adalah aplikasi yang diperuntukkan bagi para penderita penyakit yang sering lupa minum obat. Fungsi utama dari Zigna adalah untuk mengingatkan penderita untuk meminum obat. Dibekali dengan fitur informasi seputar obat-obatan, data penderita dan obat-obatan yang dikonsumsi, Zigna diharapkan tidak hanya sebagai aplikasi pengingat saja, tapi juga sebagai aplikasi yang menyadarkan penderita tentang pentingnya minum obat dan menjaga kesehatan. 


  11. Emba aplikasi karya dari Yonas Rahendanu.Dalam keadaan darurat dibutuhkan tindakan yang cepat dan tepat, itu adalah prinsip dasar dari ide aplikasi Emba. Emba adalah aplikasi sederhana yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mempersiapkan diri apabila pengguna mengalami keadaan darurat. Dengan menyediakan fitur-fitur darurat seperti ; kirim otomatis pesan darurat dan lokasi pengguna terkini melalui SMS, Email, Facebook, dan Twitter, diharapkan penerima pesan yang sebelumnya sudah di set oleh pengguna dapat segera menolong pengguna aplikasi. Selain kirim otomatis pesan darurat, Emba juga menyediakan sarana untuk melakukan panggilan otomatis dan mematikan suara handphone. Cukup dengan menekan tombol darurat Emba pada layar home, maka aplikasi akan bekerja secara otomatis. Emba adalah aplikasi wajib bagi semua pengguna handphone. 

10 Smartphone Dengan Kamera Terbaik



Dengan bermunculannya smartphone-samartphone terbaru, maka semakin banyak fitur dan aplikasi yang menghiasi smartphone-smartphone tersebut. Dari sekian banyak smartphone yang beredar, banyak konsumen memilih smartphone dengan melihat dan memilih dari kameranya. Karena smartphone sudah dianggap sebagai perangkat wajib kemanapun kita pergi untuk mengambil gambar atau momen-momen yang tidak terlupakan. 


Beberapa waktu yang lalu penulis pernah mengulas 5 smartphone dengan kamera terbaik. Tetapi untuk kali ini akan diulas adalah smartphone dengan kamera terbaik dan anda bisa membandingkan kamera smartphone yang mana yang terbaik. Berikut 10 Smartphone dengan kamera terbaik : 


#1 Nokia N8 memiliki kamera 12 megapiksel dengan Xenon flash. Nokia N8 yang diluncurkan pada 2010 adalah merupakan ponsel pertama yang menggunakan kamera 12 megapiksel. Memiliki layar sentuh 3,5 inci yang memiliki resolusi 640 x 360 dan kepadatan piksel 210 ppi. Kameranya memiliki optik Carl Zeiss dan ND filter, geo tagging, deteksi wajah dan ditambah dengan Xenon flash. 

#2 Alcatel X Scribe. Memiliki kamera 12 megapiksel dengan LED dengan layar 5 inch dengan resolusi 1920 x 1080p dan kerapatan pixel tertinggi saat ini yaitu 441 ppi. 
#3 ZTE Grand S memiliki kamera 13 MP dengan autofocus, dengan LED flash dan Full HD video recording. ZTE Grand S datang dengan layar 5.0 inch full HD. Ponsel ini memiliki kamera 13 MP belakang dengan autofocus, LED flash dan full HD (1080p) video recording. Di bagian depan memiliki kamera 2,0 MP yang cocok untuk panggilan video. 

#4 HTC Titan II memiliki kamera 16 MP dengan dual LED flash di bagian belakang. HTC Titan II menggunakan Windows Phone 8 memiliki layar S-LCD dengan ukuran 4,7 inci serta resolusi 800x480p dan kerapatan piksel sekitar 200 ppi. 
#5 Nokia Lumia 920 smartphone ini memiliki kamera 8.7 megapiksel dengan pengambilan foto di bawah pencahayaan yang kurang. Nokia Lumia 920 merupakan smartphone pertama Nokia dengan sistem operasi Windows Phone 8 yang hadir pada bulan September 2012 lalu. Smartphone berukuran 4,5 inci yang dikenal untuk teknologi Pencitraan Murni ini memiliki kamera 8,7 megapiksel yang dapat mengambil foto dan video dalam kondisi pencahayaan dan fitur Optical Image Stabilization dan dual LED flash. Kamera belakang smartphone ini memiliki resolusi 1280 960 piksel dan kamera depan 1,3 MP yang bisa digunakan untuk video calling. 
#6 Lenovo IdeaPhone K900 memiliki kamera 13 megapiksel dengan sudut kemiringan 88 derajat. Lenovo memiliki layar sentuh 5,5 inch. Layar menggunakan teknologi IPS yang sudah mendukung video full HD 1080p dan kerapatan 400 ppi piksel. Ponsel ini memiliki 13 megapiksel dengan auto-fokus dengan lensa f1.8 dan sensor Exmor Sony. 
#7 Sony Xperia Ion memiliki kamera dengan kemampuan 12 megapiksel. Sony Xperia ion memiliki layar sentuh 4,5 inci LED dengan teknologi Display Mobile Bravia Engine. Anda dapat menangkap semua yang Anda inginkan dengan 12 mode pengambilan gambar yang menembak cepat hanya dengan satu sentuhan. Anda dapat merekam video full HD saat liburan di dan melihatnya dalam warna-warna cerah pada layar sentuh 4,5 inci. 
#8 Huawei Ascend D2 kameranya memiliki kemampuan 13 megapiksel yang menakjubkan Huawei yang dikenal memiliki hardware terbaik untuk kamera. Tampil dengan ukuran layar 5 inch dengan kualitas 1080p yang luar biasa, panel belakang menggunakan kamera dengan sensor 13 Megapiksel BSI. Kamera sekundernya adalah 1,3 megapiksel. 
#9 Nokia 808 Pure View kamera yang dimiliki smartphone ini adalah 41 megapiksel dan merupakan kamera terbesar dalam smartphone yang beredar saat ini. Datang dengan layar sentuh 4-inch AMOLED ClearBlack, Nokia 808 Pure View menawarkan sensor kamera terbesar di dunia sekarang - 41 MP. Kamera dilengkapi dengan teknologi Nokia PureView, optik Carl Zeiss dan Xenon flash. Untuk menghilangkan noise dan menghindari gambar besar, kamera 41 MP dirancang untuk oversample dan gabungan menjadi 7 piksel dalam satu, terutama dalam situasi cahaya redup. Secara default kamera 5MP dapat digunakan tetapi bisa ditetapkan pada 38 MP atau yang lebih tinggi. 
#10 Sony Xperia Z. Smartphone ini memiliki kamera 13 megapiksel dengan autofocus dan LED flash. Kameranya sudah bisa mendukung video HD dan gambar panorama. Smartphone ini juga dilengkapi dengan kamera sekunder 2,2 megapiksel. Untuk menikmati gambar yang jernih, Xperia Z memiliki layar 5 inch dengan resolusi 1080p. Bobot yang ringan, smartphone yang memiliki sertifikat IP 55 dan IP 57 ini dapat tahan debu dan air, serta bisa bertahan selama 30 menit walaupun terendam dalam air. 

9 Smartphone Dengan Baterai Paling Tahan Lama



Tidak bisa dipungkiri selain fiturnya yang canggih dan multifungsi, pengguna smartphone banyak yang memilih smartphone yang memiliki kemampuan baterai yang tahan lama. Karena dengan baterai yang tahan lama, mereka bisa lebih leluasa untuk menggunakan smartphone untuk menelepon, browsing, chatting dan lain sebagainya. 

Banyak smartphone yang beredar saat ini, tetapi hanya beberapa saja yang memiliki kemampuan baterai tahan paling lama. Berikut 9 Smartphone dengan baterai paling tahan lama :

  1. Lenovo P780. Smartphone ini memiliki baterai Li-ion 4000 mAh, Smartphone ini didukung oleh prosesor quad core Media Tek MT6589, berjalan menggunakan sistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean. Dengan RAM 1GB, kapasitas penyimpanan memori internal sebesar 8GB. Perangkat ini memiliki layar 5 inci dengan resolusi 1280 x 720 piksel dan kamera 1,3 megapiksel dengan fitur tambahan seperti Self Portrait Mirror. Smartphone ini memiliki konektivitas W-CDMA/GSM. 
  2. Huawei Ascend D2. Smartphone yang dirilis di CES 2013. Perangkat ini menggunakan baterai 3000 mAh. Smartphone memiliki waktu stand by selama enam hari di jaringan WCDMA. Didukung oleh prosesor K3V2 1,5 GHz, Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean. Perangkat ini memiliki RAM 2GB dan dilengkapi dengan memori penyimpanan internal 32GB. Smartphone ini memiliki layar 5 inci dengan teknologi Full High Definition 1080p. Ia juga memiliki kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 1,3 megapiksel. Smartphone ini memiliki konektivitas Wi-Fi dan 3G. Smartphone ini memiliki kelebihan tahan air dan debu. 


  3. Nokia Lumia 920. Smartphone yang dirilis November tahun lalu ini memiliki baterai 2000mAh yang dapat digunakan selama 17 jam waktu bicara dan 400 jam (16 hari) waktu siaga. Prosesor Smartphone ini menggunakan dual core Krait Qualcomm Snapdragon S4 Plus clock 1,5 GHz. Smartphone ini berjalan menggunakan sistem operasi Windows Phone 8 dan memiliki RAM 1024. Kapasitas penyimpanan memori internalnya adalah 32 GB. Layar handset dilengkapi dengan teknologi IPS dan LED, layarnya memiliki ukuran 4,5 inci dan resolusi 1280 x 768 piksel. Memiliki kamera belakang 8,7 megapiksel dan kamera depan 1,3 megapiksel dapat mengambil video dengan kualitas HD 720p. Untuk konektivitas smartphone ini memiliki GPRS, WLAN, EDGE, Bluetooth, NFC dan USB. 



  4. Huawei Ascend Mate 6.1. Smartphone yang memiliki layar besar di CES 2013. Smartphone ini dilengkapi dengan baterai 4050 mAh yang dapat bertahan selama 9 hari atau setara dengan 216 jam. Spesifikasi Smartphone ini terdiri dari prosesor quad-core 1,5 GHz dan menggunakan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean dengan UI emosional. Memiliki RAM 2040 MB, dan kapasitas penyimpanan internal smartphone 16GB. Perangkat ini memiliki layar sentuh berukuran 6.1 inci dengan teknologi Super IPS dan LCD dengan resolusi 720 x 1280 piksel. Ada kamera 8 megapiksel di bagian belakang dengan LED dan autofocus dan kamera depan 1 megapiksel. Memiliki konektivitas Wi-Fi, HSDPA, A-GPS. 

  5. iPhone Apple 5. Smartphone menggunakan kapasitas baterai 1440 mAh yang dapat bertahan selama 225 jam waktu siaga dan 8 jam waktu bicara. Smartphone generasi keenam memiliki layar sentuh dan merupakan penerus iPhone 4S. Apple iPhone 5 hadir dengan prosesor dual-core A6 1,3 GHz (diklaim dua kali lebih cepat dari A5), berjalan dengan sistem operasi terbaru iOS 6. Smartphone ini memiliki RAM 1016 MB dan kapasitas penyimpanan internal 16, 32 dan 64 GB. Multi layar sentuh kapasitif memiliki ukuran layar 4 inci dengan resolusi 640 x 1140 piksel dan teknologi LCD IPS. Di sisi belakang terdapat kamera 8 megapiksel dan di depan ada kamera 1,2 megapiksel. Memiliki fitur konektivitas GPRS, EDGE, WLAN, Bluetooth dan USB. 
  6. Motorola RAZR MAXX. Smartphone yang diluncurkan sejak tahun 2012 ini memiliki baterai Li-Ion 3300 mAh. Smartphone ini dapat digunakan untuk menelepon selama 21 jam waktu bicara dan 15 hari waktu siaga. Smartphone ini berjalan dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan didukung oleh prosesor dual core 1,5 GHz. Dikemas dengan RAM 1024 MB, Smartphone ini memiliki kapasitas penyimpanan internal 32 GB dengan dukungan microSD. Layar smartphone ini menggunakan AMOLED, memiliki layar super multi touch 4,3 inci dengan resolusi 540 x 960 piksel. Perangkat ini memiliki kamera 8 megapiksel dengan LED, autofokus dan panggilan video dengan kualitas HD 1080p dan kamera depan 1,3 megapiksel. Smartphone ini memiliki fitur GPRS, EDGE, WLAN, Bluetooth, NFC dan USB. 
  7. Google Nexus 4. Smartphone ini dilengkapi dengan baterai 2100 mAh yang dapat bertahan selama 15 jam waktu bicara dan 390 jam (16,2 hari) waktu siaga. Smartphone ini menggunakan prosesor Kkrait 1,5GHz. Nexus 4 berjalan menggunakan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean. Smartphone ini memiliki RAM 2048 MB. Kapasitas penyimpanan internalnya 8GB, hingga 16 GB saja. Smartphone ini dilengkapi dengan multi touch, teknologi layar kapasitif IPS berukuran 4,7 inci dengan resolusi 760 x 1280 piksel. Kamera belakang 8 megapixel dengan LED flash dan autofocus, dan kamera depan 1,3 megapiksel. Pengguna dapat menikmati GPRS, EDGE, WLAN, Bluetooth dan NFC bersama dengan konektivitas USB, sayangnya belum mendukung jaringan LTE.


  8. Samsung Galaxy Note 2. Smartphone Android yang hanya bisa digenggam dengan tangan orang besar dan hanya bisa masuk di kantong besar memiliki fitur high-end. Smartphone ini dilengkapi dengan S Pen yang membantu Anda menyalin teks, gambar dan bahkan berbagi konten. Perangkat ini memiliki baterai Li-Ion 3100 mAh. Pengguna dapat bertahan selama 35 jam waktu bicara, 980 jam (40,8 hari) waktu stand-by-time, dan 16 jam waktu bicara pada jaringan 3G dengan 890 jam (37,1 hari) waktu siaga di jaringan 3G. Didukung oleh prosesor quad-core Exynos 1,6 GHz, Smartphone berjalan dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean. Perangkat ini memiliki RAM 2048 MB dan kapasitas penyimpanan internal berbagai varian sebesar 16, 32 dan 64 GB. Layarnya menggunakan Super AMOLED 5,5 inci dengan kamera belakang 8 megapiksel dan kamera depan 1,9 megapiksel. Fitur konektivitas termasuk GPRS, EDGE, WLAN, Bluetooth, USB dan NFC. 


  9. Lava Xolo B700. Smartphone besutan dari NCR berbasis Lava Internasional di India ini baru saja meluncurkan Xolo B700. Smartphone ini menggunakan baterai 3450 mAh dan dapat digunakan untuk menelepon selama 23 jam dan 380 jam waktu siaga. Smartphone dengan dual SIM ini dilengkapi dengan prosesor dual core 1 GHz dengan PowerVR SGX 531 GPU dan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dengan RAM 512 MB, memiliki kapasitas penyimpanan internal sebesar 4GB yang dapat diupgrade hingga 32GB melalui kartu microSD. Smartphone ini memiliki layar IPS berukuran 4,3 inci dengan resolusi 960 x 540 piksel, kamera belakang 5 megapiksel dan kamera depan 0,3 megapiksel. Memiliki fitur konektivitas Wi-Fi, Bluetooth dan 3G.

15 Fitur iOS 7 Yang Belum Terungkap


Beberapa waktu lalu Apple mengadakan acara WWDC 2013 yang diadakan di San Fransisco Amerika Serikat. Pada hari pertama konferensi tersebut Apple memperkenalkan sistem operasi terbarunya yang diberinama iOS 7. Banyak fitur terbaru di sistem operasi terbaru tersebut yang membuat pengunjung terpesona. 

Beberapa fitur terbaru yang muncul di sistem operasi iOS7, mulai dari akses cepat ke kontrol dan aplikasi di perangkat Apple dengan hanya menggeser ke atas di layar, termasuk mengunci layar, dan membukanya. Tapi sebenarnya masih banyak fitur yang belum terungkat di iOS 7. 

Berikut 15 fitur iOS 7 yang belum terungkap

  1. Swipe (gesek) untuk kembali. iPhone memiliki tombol tunggal, di mana segala sesuatu dilakukan dengan satu tombol, termasuk kembali ke halaman sebelumnya. Tetapi dengan iOS 7 ada perubahan sedikit, Apple bereksperimen dengan cara yang lebih mudah untuk kembali. Anda cukup menggunakan menggeser atau menggesekkan jari di layar bukan dengan cara menekan tombol "back". 
  2. Countdown timer (hitung mundur) pada kunci layar. Bila Anda menyetel timer pada iPhone dengan menjalankan iOS 7, hitung mundur muncul di kunci layar Anda, dan juga akan menunjukkan berapa banyak waktu yang tersisa pada alarm Anda jika anda menekan snooze tersebut. 
  3. Menambahkan aplikasi ke daftar keinginan Anda. App Store sekarang memiliki daftar keinginan, seperti situs belanja online. Jika Anda tidak ingin membeli aplikasi tersebut anda cukup mengirimkannya ke daftar keinginan Anda. 
  4. Dapat melakukan iCloud keychain. Dengan fitur ini Anda bisa menyimpan dan mengenkripsi password dan informasi kartu kredit. kemudian bisa menyelaraskan data ini di semua perangkat Anda. Dengan fitur ini Anda tidak akan pernah lupa password lagi. 
  5. Menambahkan aplikasi ke Passbook Anda hanya dengan scan (memindainya). Passbook dapat menyimpan kupon virtual dan tiket anda. Sekarang Anda bisa menambahkan kartu ke aplikasi hanya dengan scan kode QR nya saja. 
  6. Pinch (Mencubit) untuk memperbesar. Ketika Anda mengambil video di perangkat iOS 7, anda cukup mencubit di layar untuk memperbesar atau memperkecil tampilan video. 
  7. Navigasi lebih mudah. Apple telah menambahkan fitur aksesibilitas yang lebih, sehingga lebih mudah untuk menavigasi perangkat lunak, membuat teks lebih mudah dibaca. 
  8. Wallpaper dinamis. Dengan iOS 7 Anda bisa mendapatkan wallpaper dinamis, sehingga Anda sekarang dapat mengatur foto panorama sebagai latar belakang dan melihat seluruh gambar di perangkat tersebut. 
  9. Ikon aplikasi dengan beberapa gerakan. Jika Anda bosan dengan melihat ikon aplikasi statis pada layar Anda, dengan IOS 7 Anda dapat menambahkan beberapa gerakan halus dilayar. Dan jika gerakan yang terlalu banyak, Anda dapat mematikannya dalam menu pengaturan. 
  10. Preview kontak pada latar belakang. Anda akan dapat melihat saran nomor di latar belakang saat pemanggilan nomor dan Anda dapat memilih saran tersebut jika cocok. 
  11. Pesan yang dapat ditambah di kalender. Pesan teks sekarang menarik link ke nomor telepon dan kalender kegiatan. Jika Anda mengirimkan pesan seseorang untuk "bertemu Anda di teater," tanggal akan digarisbawahi dan link terkait sehingga Anda dapat menambahkannya ke kalender. 
  12. Multitasking baru. Multitasking selalu menjadi cara cerdas untuk beralih di antara aplikasi. Dan kita tahu bahwa iOS 7 kita bisa belajar ketika Anda ingin menggunakan aplikasi Anda dan dapat memperbarui konten Anda sebelum Anda memulainya. Dan fitur lain yang tersembunyi adalah memungkinkan aplikasi untuk berjalan di latar belakang. Anda dapat mengontrol aplikasi yang Anda ingin menjalankan di latar belakang dalam menu pengaturan. 
  13. Menyembunyikan aplikasi built in. Ada desas-desus kuat tentang OS baru yang memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan aplikasi built-in dan Anda tidak ingin mengacaukan home screen Anda. 
  14. Buat folder di dalam folder. iOS 7 menawarkan pengguna untuk membuat folder dalam folder sehingga mereka dapat menjaga konten mereka jauh terpisah. 
  15. Gesture (Gerakan) Baru. OS baru ini juga menambahkan kemampuan baru kontrol gerakan seperti mencubit menutup folder dan medukung gesekan sudut.